Selasa, 15 Januari 2013

cara menghadapi masalah

Seorang wanita yg baru saja menikah datang pada ibunya & mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan yang gegap gempita beberapa waktu lalu,baru ia tahu karakter asli sang suami. Keras kepala, suka bermalas malasan, boros dsb... Ibu muda itu berharap orang tuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya terus bercerita & mengikutinya. Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama,air mendidih.Sang ibu menuangkan air panas itu kedalam 3 gelas yg telah disiapkan. Di gelas pertama ia masukkan Telur. Digelas kedua, ia taruh Wortel & digelas ketiga, ia bubuhkan Kopi. Setelah menunggu beberapa saat , ia mengangkat isi ke 3 gelas tadi. Wortel yang keras menjadi lembut, Telur yang mudah pecah menjadi Keras & Kopi yang panas memancarkan aroma yang harum. Lalu sang ibu menjelaskan, "Nak masalah itu bagaikan air mendidih, namun bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan hasilnya. Kita bisa menjadi : Lembek seperti Wortel. Mengeras seperti Telur. Atau menjadi harum seperti Kopi yang panas. 
========================================= 
Dalam setiap masalah, sebenarnya tersimpan mutiara iman yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik2 saja, tapi apakah kita dapat tetap percaya pada saat pertolongan Tuhan seolah-olah tidak kunjung datang? Ingatlah dalam setiap masalah Allah Ta'alla punya rencana buat kita karena Rancangan-NYA yang damai sejahtera untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan Hari ini kita belajar dari 3 reaksi orang saat menghadapi masalah yg datang. Ada yang jadi lembek, suka mengeluh & mengasihi diri. Ada yg mengeras marah & berontak pada Allah Ta'alla, tapi Ada juga justru semakin harum, semakin taat & mau berserah percaya pada-Nya. Adakalanya Allah Ta'alla sengaja menunda pertolongan-Nya dengan tujuan agar kita belajar percaya, bahwa tidak pernah ada masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh-NYA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar